David Ganda Silalahi

let's our freedom's to be free

PENGELOLAAN SDA INDONESIA “Swasta Vs Plat Merah”

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”

-UUD45, Pasal 33 ayat 3-

 

Author: David Ganda Silalahi

Paska era reformasi, rakyat Indonesia banyak mengkritisi persoalan pengelolaan SDA Indonesia. Berbagai kalangan berlomba lomba memaparkan idealisme pemikiran yang menurutnya baik dan benar. Berbagai konsep dan teori dikemukakan yang kebanyakan menentang konsep konstitusi.

Amanat konstitusi terhadap pengelolaan sumber daya alam sudah sangat jelas tertuang dalam UUD 1945. Penguasaan SDA dikuasi dan diatur oleh pemerintah untuk kemakmuran rakyat. Persoalan yang muncul kemudian adalah dengan merujuk system pemerintahan Indonesia, pengelolaan SDA dapat dilakukan oleh pihak asing ataupun swasta. Pertanyaan yang menggelitik adalah manakan yang terbaik dalam pengelolaan SDA? Pihak swasta/asing ataukah perusahaan plat merah ?

Idealnya dalam pengelolaan hasil kekayaan bumi haruslah dilakukan seimbang antara konsep bisnis dan konsep keberlanjutan social dan lingkungan. Indonesia sudah memiliki regulasi yang mumpuni dalam pengelolaan SDA. Tapi kemudian apakah regulasi ini diterapkan ? antara swasta dan plat merah, pihak mana yang lebih banyak melanggar regulasi? Pengelola manakah yang memiliki moral lebih baik? Terdapat berbagai aspek umum yang dapat dijadikan pembanding antara lain adalah aspek lingkungan, sosial budaya, maupun aspek pengelolaan teknis. Picture4

Umumnya saat hampir seluruh kalangan menyuarakan bahwa pengelolaan SDA haruslah dikelola oleh Negara. Seakan menstigma negatifkan pihak swasta dan asing dalam pengelolan SDA Indonesia. Asumsi bahwa pengelolaan SDA yang dilakukan oleh asing/swasta merupakan system penjajahan model baru yang terjadi. Segala sesuatu pengelolaan oleh pihak asing dinilai dan dimaknai negatif. Padahal, pada kenyataanya belum tentu demikian.

Sebelum menilai dan mengkritisi perusahaan asing/swasta, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu apakah perusahaan plat merah sudah mampu dan bisa mengelola SDA kita dengan baik. Apakah perusahaan plat merah sudah lebih taat akan regulasi (nasional dan internasional) dibandingkan pihak swasta dan asing?

Idealnya memang pengelolaan SDA dilakukan oleh perusahan yang ber plat merah, tapi hal tersebut jika perusahaan plat merah tersebut sudah memiliki sistem pengelolaan yang baik, jauh dari korupsi dan memiliki kemampuan dan moral yang teruji dalam pengelolaan SDA. Apabila kriteria umum diatas telah terpenuhi, barulah pengelolaan SDA ideal dan pantas dilakukan oleh perusahaan plat merah.

Fenomena yang terjadi adalah, sering sekali perusahaan plat merah lebih bermasalah dibandingkan oleh perusahaan asing/swasta. Dilihat dari aspek lingkungan saja, perusahaan asing/swasta mendominasi baik dalam aspek pengelolaan lingkungan hidup maupun sosial kebudayaan masyarakat. Faktanya nyata lainnya adalah, dominasi perusahaan swasta/asing dalam peroleha proper terutama dengan predikat gold. Dari hal ini dapat kita lihat mana yang lebih memiliki komitmen terhadap lingkungan hidup dan sosial dalam pengelolaan SDA.

Picture1

 

Kita dapat melihat dengan jelas, bagaimana system pengelolaan yang dilakukan oleh pihak asing dan perusahaan plat merah. Dengan tidak mengesampingkan aspek nasionalis tapi melihat fakta yang memang terjadi, tidak bias dipungkiri bahwa perusahaan asing/swasta memang jauh lebih mumpuni dalam pengelolaan SDA dibandingkan dengan perusahaan plat merah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 26, 2014 by in Opini and tagged , .
%d blogger menyukai ini: