David Ganda Silalahi

let's our freedom's to be free

“I love You Because…”

Banyak hubungan yang patah hilang dan berganti karena tidak memiliki komitmen.

‘ I love her because of the way she treats me’

‘ I love him because of the way he makes me feel’

‘ I love her because she’s so beautiful’

‘ I love him because he’s falling on my feet with roses and jewels’

Orang sering mendasari cinta atas hal-hal yang dianggap indah.

It may sound romantic dan melakukan hal tersebut bukan hal yang salah. However, sometimes too romantic that we often hear people saying that in a cinema, with us eating pop corn and shush-ing rude people.

Jarang dari mereka (dan mungkin kita sendiri) berpikir:

‘I love her because of the way she treats me’

# What happens if she stops treating you the way you the way you love?

‘I love him because of the way he makes me feel’

# Then what happens if he stops making you you feel that way?

‘I love her because she’s so beautiful’

# Three weeks later, a bus hit her.

‘I love him because he’s fallling on my feet with roses and jewels’

# Out of the blue, he’s broke that he couldn’t buy you roses and jewels

anymore.

Jarang ada yang mengatakan :

‘Saya sayang dia karena saya ingin sayang dia’

Itulah komitmen. Komitmen adalah sumber kekuatan bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapinya.

Komitmen adalah sumber bagi seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami. Menerima dia ketika sedang tampan dan menerima juga manakala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istri dan berbagi kisah sambil tertawa.

Sebuah mahluk bernama komitmen-lah yang membuat seorang bapak tidak malu kepada rekan kerjanya dan berkata, ‘Kenalkan ini anak saya, dia sedang melakukan proses rehabilitasi. .. and I’m proud of him.’

Saya yakin sang anak akan menitikkan air mata karena betapa banyak orang tua yang marah, malu, dan mengekspresikan kemarahan dan rasa malu itu dengan menampar sang anak. Padahal jika dirunut dari awal, banyak anak menjadi pemadat justru karena kurangnya peran orang tua dari awal.

Apa yang kurang dari awal?

Komitmen memberi perhatian.

Komitmen menjadi orang tua.

That’s how far a commitment will take you.

Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.

Will you still love them, then?

That’s why you need commitment.. .

Don’t love someone because of what/who/how they are…


FROM NOW ON,
START LOVING SOMEONE…….
BECAUSE YOU WANT TO

(sumber: salah satu milis yang sumbernya terlupakan)

2 comments on ““I love You Because…”

  1. siska
    Desember 11, 2008

    Ideal nya emang seperti itu, cuma kadang kadang komitmen kita akan terkikis dengan keadaan yang memaksa kita. Komitmen emang harus bener2 dipelihara laiknya tanaman, yang harus kita siram hingga tumbuh subur, juga perlu kita beri pupuk hingga bunga akan mekar pada musimnya. Sering kali komitmen awal kita bisa berubah atau menyimpang di tengah jalan seiring dengan bergantinya waktu. Komitmen juga perlu dipelihara dengan senantiasa melihat kebelakang awal komitmen kita, juga perlu dipelihara dengan senantiasa meluangkan waktu untuk berfikir tujuan hidup kita serta hubungan kita ke Tuhan.Karena kadang kadang ketika komitmen yg kita pegang tetap teguh tetapi komitmen pasangan kita melenceng, maka kita juga bisa melepaskan komitmen awal kita. Sederhana aja, ketika kita bertepuk tangan maka diperlukan kerjasama keduabelah pihak, maka akan selaras tepukan itu. Tetapi ketika hanya sisi sebelah yg menepuk dan sisi yang lain tidak tidak akan menghasilkan tepukan. Sehingga orang kerap kali menyebutnya bertepuk sebelah tangan……
    Jadi kesimpulannya dalam berkomitmen diperlukan keselarasan dalam antara yang berkomitmen sehingga tercipta suatu keutuhan….
    Peace.

  2. wiwik effendi
    Februari 12, 2009

    Dalem banget, pak… bener-bener menyentuh dan membuka kesadaran akan arti cinta, sayang, dan komitmen…BTW saya suka tulisan2nya bisa menambah wawasan secara positif..Thank’s dan tetap menulis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 5, 2008 by in Feel it and tagged .
%d blogger menyukai ini: