David Ganda Silalahi

let's our freedom's to be free

BHINEKA TUNGGAL IKA

garuda-pancasila-black

Oleh : David G Silalahi

Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan sebagai “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Kakawin ini istimewa karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha. Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:

Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,

Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,

Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,

Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan:

· Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.

· Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?

· Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal

· Terpecah belahlah itu, tetapi satu jualah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Secara mendalam Bhineka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan lain sebagainya namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air. Dipersatukan dengan bendera, lagu kebangsaan, mata uang, bahasa dan lain-lain yang sama. Kata-kata Bhinneka Tunggal Ika juga terdapat pada lambang negara Republik Indonesia yaitu Burung Garuda Pancasila. Di kaki Burung Garuda Pancasila mencengkram sebuah pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika (http://organisasi.org).

Saat ini selogan ini hanyalah wacana usang yang konon tanpa arti. Banyak yang menganggap slogan ini hanyalah kata-kata tanpa arti dan makna. padaha Beda halnya pada masa perjuangan para pahlawan kita yang memang memaknai dan memahami Bhineka Tunggal Ika sebagai panduan dan pedoman mereka.

Seiring dengan perkembangan waktu, makna itu semakin terkikis dan tergerus. Pengabaian ini pastinya akan memberikan impact yang cukup signifikan. Salah satu dampak yang terlihat adalah dengan munculnya etnisasi, agamisasi dsb. Mungkin saat ini, kita akn bingung bila ditanyakan makna filosofi bangsa, Pancasila beserta butir-butirnya, UUD’45 dan sebagainya. Padahal, hal-hal ini merupakan bagian mendasar dari bangsa Indonesia. Melalui pemahaman hal tersebut lah maka akan timbul rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa. Melalui pemahaman tersebutlah yang dapat meminimalisasi bahkan menghilangkan berbagai perbedaan yang ada. Mungkin jika seluruh individu dapatr memahami dan memaknai Bhineka Tunggal Ika, tidak akan terjadi konflik-konflik etnis, konflik agama, kesukuan dan sebagainya. Mungkin juga keberadaan organisasi keagamaan maupun kesukuan yang saling berseteru tidak akan terjadi lagi. Mungkin, jika para founding father kita melihat kondisi bangsa saat ini, mereka akan menangisi dan menyesalinya. Padahal, mengingat bangsa Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri atas banyak suku, adat, budaya, dan agama yang berbeda-beda, penting kiranya memiliki satu wadah pedoman yang dapat dijadikan sebagai pemersatu yang mengakomodir semua kepentingan. Sadari, fahami dan maknailah Bhineka Tunggal Ika.

About these ads

One comment on “BHINEKA TUNGGAL IKA

  1. secret
    Desember 5, 2008

    saluuutttt
    pada generasi muda yang peduli pada sejarah ideologi bangsa…….
    MERDEKA!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 4, 2008 by in Opini and tagged , , .
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: